http://speedycirebon.blogspot.com/
Secara hukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secara biologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik, dan secara agama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh yang ditandai dengan mimpi basah bagi pria biasanya pada usia 11 – 15 tahun dan keluarnya darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9 – 13 tahun.
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial. Kedudukannya yang strategis sebagai penerus cita – cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.
di jaman sekarang, kemajuan teknologi sangat tergantung kepada para pemuda , dan para pemuda pun sangat tergantung ke pada teknologi.
hubungan erat yang dijalin pemuda dan teknologi di jaman ini tidak bisa di lepas atau di ganggu gugat. cintih kecilnya : jika pemuda tidak memegang HP 1 hariiiiii sajah, PASTI pemuda itu merasakan GALAU! (hahaa) .
itu adalah contoh kecil bagaimana eratnya hubungan antara pemuda dan teknologi.
saya sendiri sebagai pemuda (remaja SMP) tidak lepas dari kemajuan teknologi, ada product hp baru, beli...., ada product laptop baru, beli..... hahaha (rakus) (http://ravazone.blogspot.com/)
Pemuda juga harus mampu menciptakan suatu teknologi yang bisa melambungkan nama Indonesia ke dunia internasional. Dengan tenaga yang masih energik, pemuda bisa bekerja ekstra keras untuk menciptakan suatu teknologi. Pemuda juga tidak cepat puas, jadi mereka akan selalu menghasilkan karya-karya teknologi dengan kualitas terbaik.
Admin http://ravazone.blogspot.com/ >> KITA HARUS BISA MENGUASAI TEKNOLOGI, SEBELUM TEKNOLOGI MENGUASAI KITA :)






1 komentar:
Semua kondisi adalah ilusi belaka, semakin kita dekat, semakin kita sampai pada keseimbangan. Bagaimanapun juga jiwa-jiwa yang puas adalah jiwa-jiwa yang hilang rasa laparnya ketika melihat orang lain makan, ketika melihat orang lain berpakaian bagus. Karena pengorbanan tidaklah memberikan penderitaan melainkan kebahagiaan.
Post a Comment